Refleksi Haflatul Hidzaq ke-5: Gus Taj Yasin Ingatkan Santriyah Seputar Kualitas Nderes Al-Qur’an

KUDUS – Momentum kelulusan bukanlah akhir dari sebuah pencapaian, melainkan awal dari perjuangan spiritual yang sesungguhnya. Pesan kuat inilah yang ditekankan oleh KH. Taj Yasin Maimoen Zubair (Gus Yasin) dalam acara Haflatul Hidzaq ke-5 Pondok Tahfidh Putri Yanbu’ul Qur’an 2 Muria dan Khotmil Qur’an yang berlangsung khidmat pada Rabu (10/06/2026).

Di hadapan para santriyah yang baru saja diwisuda sebagai khotimat, KH. Taj Yasin Maimoen Zubair mengingatkan agar mereka tidak cepat puas dengan status baru tersebut. Beliau menegaskan bahwa kunci utama dari seorang penghafal Al-Qur’an adalah keistiqamahan dalam melakukan nderes (murajaah atau mengulang hafalan).

“Jangan puas setelah menjadi khotimat lalu berhenti membaca Al-Qur’an. Seberapa tinggi tingkatan seseorang di surga nanti ditentukan oleh seberapa banyak dan seberapa tartil ia membaca Al-Qur’an selama di dunia,” tutur Gus Yasin menyampaikan pesan mendalam dari para ulama terdahulu.

Selain memotivasi para santri, Gus Yasin juga memaparkan tradisi luar biasa para pendahulu dalam mengagungkan Al-Qur’an. Mulai dari sahabat Anas bin Malik RA yang selalu menyembelih hewan karena saking gembiranya saat khataman, hingga kedisplinan Imam Syafi’i yang mampu mengkhatamkan Al-Qur’an bahkan di sela kesibukan aktivitas harian beliau.

Melalui acara ini, diharapkan para lulusan tidak hanya membawa pulang ijazah, melainkan juga membawa komitmen seumur hidup untuk menjaga ilmu Al-Qur’an demi meraih kedudukan tertinggi di akhirat kelak, sekaligus menjaga hati agar tidak mengeras oleh urusan duniawi. (Fid/Ar)

Penulis: Zaim Fida

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *