76 Santriyah PTPYQ 2 Muria Raih Syahadah Sanad Arwaniyyah pada Haflatul Hidzaq ke-5

Kudus- Suasana khidmat dan penuh haru menyelimuti Aula Pondok Tahfidh Yanbu’ul Qur’an (PTYQ) Pusat Kudus pada Senin Legi, 22 Dzulhijjah 1447 H yang bertepatan dengan 8 Juni 2026. Sebanyak 76 santriyah khatimat dari Pondok Tahfidh Putri Yanbu’ul Qur’an (PTPYQ) 2 Muria mengikuti prosesi Sanadan dan Penyerahan Syahadah. Agenda mulia ini merupakan salah satu puncak dari rangkaian kegiatan Haflatul Hidzaq ke-5, sebuah momen yang sangat dinantikan oleh segenap civitas akademika dan wali santri.

Acara yang berlangsung tertib ini diawali dengan keberangkatan para santriyah khotimat sejak pagi hari, dilanjutkan dengan pembukaan dan Iftitahul Majlis oleh Abuya Romo KH. Muhammad Ulil Albab Arwani, pengasuh Pondok Tahfidh Yanbu’ul Qur’an. Kehadiran para masyayikh memberikan keberkahan tersendiri bagi para santriyah yang telah berjuang menjaga Kalam Ilahi. Dalam kesempatan tersebut, Abuya Romo KH. Muhammad Ulin Nuha Arwani memberikan Mauidhoh Hasanah, doa, sekaligus memimpin prosesi pembaiatan santriyah yang akan mengemban amanah sebagai hafidhah.

Kaajengaken para santri saget ngudi lan nyinaoni Al-  Qur’an kanthi temen lan istiqomah ngantos dumugi ing tingkatan tahqiq, supados waosanipun tansah kajagi lan sampurna, saha leres miturut makharijul huruf lan paugeran tajwidipun” dawuh Abuya Romo KH. Ulin Nuha Arwani,”

Puncak acara ditandai dengan Penyerahan Syahadah yang dilakukan langsung oleh Abuya Romo KH. Muhammad Ulin Nuha Arwani, Abuya Romo KH. Muhammad Ulil Albab Arwani, dan Ibunyai Hj. Zuhairoh Ulil Albab Arwani. Syahadah ini menjadi bukti otentik kelulusan para santriyah dalam menghafal Al-Qur’an 30 juz dengan sanad yang muttasil (bersambung) sampai kepada Rasulullah SAW, melalui jalur Hadratussyaikh Simbah KH. Arwani Amin (Arwaniyyah). Prestasi ini menjadi kebanggaan luar biasa, mengingat PTPYQ 2 Muria tidak hanya menempa santriyah di jalur formal (MTs-MA), tetapi juga melahirkan penjaga Al-Qur’an yang mumpuni.

Pengasuh PTPYQ 2 Muria, KH. Nur Khamim, Lc., M.Pd., menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas kelancaran prosesi ini. Beliau berharap agar para santriyah tidak berhenti sampai di sini, melainkan terus konsisten menjaga hafalannya. Sebagaimana pesan mulia yang disampaikan dalam acara tersebut, para santri diharapkan dapat senantiasa ngudi (berusaha) dan mempelajari Al-Qur’an dengan tekun serta istiqamah hingga mencapai tingkatan tahqiq, agar bacaannya selalu terjaga, sempurna, dan benar sesuai dengan makharijul huruf serta paugeran ilmu tajwidnya.

Acara kemudian ditutup menjelang siang hari dengan sesi dokumentasi untuk mengabadikan momen bersejarah tersebut. Selanjutnya para ustadz- ustadzah dan segenap panitia mendampingi ke-76 santtriyah khotimat kembali ke Pondok Tahfidh Putri Yanbu’ul Qur’an 2 Muria (Ar/Fid).

Penulis: Arofatul Ulya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *