Ikhtiar Ramuan Lokal Jaga Suara dan Stamina Calon Khotimat di Yanbu’

Muria Kudus — Ramuan lokal atau jamu tradisional memiliki khasiat tersendiri untuk menjaga stamina tubuh. Para santriyah calon khotimat rutin meminum jamu setiap malam demi menjaga daya tahan tubuh, menjernihkan suara, serta agar tidak mudah sakit.

Ustadzah Ainil Husna, panitia Haflatul Hidzaq ke-5 yang mengurusi bagian konsumsi jamu, mengatakan bahwa jenis jamu yang diberikan salah satunya adalah rebusan kencur yang diminum setiap dua hari sekali. Kencur ini berfungsi untuk menjaga kejernihan suara. Sementara itu, jamu telur ayam kampung diberikan satu kali seminggu untuk menjaga kesehatan.

“Untuk telur kampung, diambil kuningnya saja lalu dicampur dengan madu,” imbuhnya.

Beliau menambahkan, jadwal latihan yang sangat padat selama sekitar 3 bulan pra-acara kerap membuat para calon khotimat merasa lelah. Oleh karena itu, pihak panitia berinisiatif menyediakan jamu guna menjaga kualitas suara dan stamina tubuh mereka.

Salah satu calon khotimat, Mauidhotil Hasanah, mengatakan bahwa rutinitas minum jamu ini tidak terlalu membebani. Sebaliknya, ia justru menemukan banyak momen seru saat minum jamu bersama.

“Efeknya cukup bagus untuk memperbaiki suara. Kami juga diimbau untuk mempersiapkan fisik dan mental guna mengikuti serangkaian prosesi acara haflah,” katanya.

Santriyah asal Jawa Timur bernama Aqila Naura Safira, mengatakan hal yang sama, bahwa Haflatul Hidzaq merupakan momen yang sangat penting dan sakral, ia berkomitmen untuk terus mengikuti arahan dari panitia.

“Sebenarnya kadang ada rasa malas karena harus berjalan ke gedung depan untuk minum jamu. Tapi karena ini momen penting dan kami harus benar-benar menjaga suara serta stamina, jadi ya tetap harus diikuti,” pungkasnya. (fid/ar)

Penulis: Zaim Fida

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *