Syaikh Muhammad Syarif Showwaf: Bentuk Generasi Rabbani di Era Digital, AI Tak Bisa Gantikan Peran Guru

KUDUS — Pondok Tahfidh Putri Yanbu’ul Qur’an 2 Muria kehadiran cahaya terang dengan kedatangan ulama besar asal Syam, Syaikh Muhammad Syarif Showwaf. Dalam muhadhoroh malam yang penuh khidmat di hadapan para santriyah, beliau menyampaikan pesan mendalam mengenai urgensi membangun Generasi Rabbani di tengah gempuran tipu daya akhir zaman dan pesatnya perkembangan teknologi. (4/7)Syaikh Syarif menuturkan bahawa nama Yanbu’ yang berarti “sumber”, sumber ilmu dan malam itu benar-benar menjadi sumber kabar gembira dan petunjuk bagi para santriyah yang menimba ilmu. Syaikh Syarif menegaskan bahwa esensi dari Generasi Rabbani adalah generasi yang memiliki hubungan sangat dekat dengan Allah SWT, mampu mengalahkan hawa nafsu, serta senantiasa membawa kemaslahatan bagi lingkungan sekitarnya.

Tiga Jenis Generasi dan Tipu Daya Dajjal Dalam muhadharah, Syaikh Syarif memetakan kondisi pemuda saat ini ke dalam beberapa kelompok, di antaranya;

Generasi Rabbani: Generasi yang bersungguh-sungguh kepada Allah dan menjadikan Al-Qur’an sebagai pendidik syahwatnya.

Generasi Hawa Nafsu: Mereka yang hidupnya dikendalikan oleh keinginan duniawi.

Generasi Syaitan: Pemuda yang menghambakan diri pada keburukan dan menjadi tentara syaitan untuk menyebarkan kesesatan.

Beliau mengingatkan bahwa syaitan memiliki utusan terbesar yang belum terputus, yaitu Dajjal.

“Dajjal adalah delegasi syaitan yang paling hebat dalam menipu manusia. Ia menunjukkan kesesatan yang dibungkus dengan keindahan, ibarat menyuguhkan racun yang beraroma sangat harum,” tutur beliau.

Di era modern, manifestasi gerakan ini muncul melalui yayasan, organisasi, dan situs website yang mendistorsi hak asasi. Syaikh Syarif mencontohkan gerakan yang berkedok menyuarakan hak-hak wanita namun bertujuan melepas kerudung, serta kampanye mengubah kodrat garis hidup (transgender).

Di majelis tersebut, Pengasuh Pondok Tahfidh Putri Yanbu’ul Qur’an 2 Muria, Abah Khamim, Lc., M.Pd., memberikan sambutan atas kerawuhan Syaikh Muhammad Syarif Showwaf. Turut hadir pula pengurus pondok sekaligus pengurus Yayasan Masjid dan Makam Sunan Muria yakni, ustadz Drs. H. Nur Hudlri dan ustadz Muhdi. Dalam Muhadhoroh ‘Ilmiyyah Al ‘Alamiyyah yang penuh khidmah tersebut diikuti oleh semua santriyah dan ustadz- ustadzah baik jenjang MTs – MA dan santriyah Takahassus. (Fid).

Penulis: Zaim Fida

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *