KUDUS, 08 April 2026 – Suasana tenang menyelimuti lereng Gunung Muria pagi ini. Rintik hujan tipis yang turun membasahi bumi seolah menambah kekhidmatan di Pondok Tahfidh Putri Yanbu’ul Qur’an (PTPYQ) 2 Muria. Di tengah suasana yang sejuk tersebut, Abuya Romo KH. Ulin Nuha Arwani rawuh memberikan untaian nasihat yang mencerahkan bagi para santriyah dan seluruh pengajar.
Dalam wejangannya, abuya, pengasuh PP. Yanbu’ul Qur’an Kudus ini mengingatkan bahwa Al-Qur’an adalah sumber segala ilmu. Namun, beliau menekankan bahwa keterbatasan manusia menuntut kita untuk terus mendekat kepada sumber cahaya tersebut dengan adab yang benar.
Hakikat Membaca dan Menjaga Hafalan
Abuya menjelaskan bahwa membaca Al-Qur’an dengan sebenar-benarnya (Haqqa Tilawatihi) bukan hanya soal lisan, melainkan perpaduan harmonis antara tiga hal:
Lisan yang bertugas membaguskan tartil dan huruf.
Akal yang berperan menerjemahkan dan memahami makna. Hati yang berfungsi mengambil pelajaran (ittibar) serta tunduk pada perintah Allah.
Beliau mengingatkan agar jangan sampai kita menjadi orang yang mempelajari Al-Qur’an namun kemudian mengabaikannya, hingga kelak Al-Qur’an menjadi saksi yang memberatkan di hari kiamat.
Menjaga Cahaya Ilmu dari Noda Maksiat
Bagi para pencari ilmu, tantangan terbesar adalah noda hitam yang menutupi hati akibat perbuatan dosa. Mengutip pesan Imam Syafi’i, Abuya mengingatkan:
“Ilmu adalah cahaya, dan cahaya Allah tidak akan diberikan kepada mereka yang bermaksiat.”
Agar hati tetap jernih dan terjaga dari bala’, beliau memberikan dua resep utama: gemar bersedekah dan istiqamah mengamalkan ilmu yang sudah didapat. Dengan mengamalkan ilmu, Allah akan membukakan pintu-pintu pemahaman baru yang belum pernah diketahui sebelumnya.
Amalan Penjemput Hidayah
Sebagai penutup, Abuya memberikan tips praktis bagi para santriyah agar mudah bangun malam. Beliau menyarankan untuk membaca QS. Al-Kahfi ayat 107-110 sebelum tidur sebagai “alarm” ruhani. Beliau juga mendorong santriyah untuk menghidupkan sepertiga malam dengan Sholat Tahajjud, Sholat Hajat, dan Sholat Taubat.
Meski rintik hujan sederhana terus menemani hingga akhir acara, hati para hadirin terasa hangat dan terang. Nasihat Abuya KH. Ulin Nuha Arwani pagi ini menjadi bekal berharga bagi para penjaga wahyu di PTPYQ 2 Muria untuk terus istiqamah di jalan dakwah. (Ar/*)
Penulis: Arofatul Ulya

Tinggalkan Balasan