Muria, 11 Mei 2026 – Suasana Laboratorium Komputer MA Tahfidh Putri Yanbu’ul Qur’an 2 Muria tampak berbeda pagi hingga siang ini. Bukan rutinitas kelas yang biasanya memenuhi ruangan, melainkan antusiasme para santriwati kelas XII yang tengah menyimak pembekalan pasca-belajar. Mengusung tema besar “Qur’anic legacy, shifting paradigms, leading change,” kegiatan ini dirancang sebagai jembatan bagi para calon alumni untuk melangkah ke jenjang dewasa dengan kualitas diri yang paripurna, baik secara spiritual maupun raga.
Materi pertama adalah materi inspiratif bertajuk “Healthy mouth, healthy life: Kebiasaan sehat investasi masa depan.” Materi ini disampaikan langsung oleh Ibu Dr. drg. Rizki Amalina, M.Si. (Dosen FKG UNISSULA) beserta tim. Dalam pemaparannya, beliau menekankan bahwa kesehatan adalah modal utama dalam menjalankan Qur’anic legacy. “Kebiasaan sehat harus dijadikan lifestyle, bukan beban. Dengan tubuh yang bugar, kita tidak mudah galau, konsentrasi meningkat, dan ibadah pun menjadi lebih tenang,” tutur Dr. Rizki di hadapan para santri.
Nuansa keilmuan semakin kental saat narasumber mengaitkan kesehatan mulut dengan tradisi Nabawi. Mengutip Hadits Bersiwak, para santri diingatkan kembali akan sabda Rasulullah SAW: “Siwak itu pembersih mulut dan (penyebab) keridaan Rabb.” Dr. Rizki menjelaskan bahwa menjaga kebersihan gigi adalah cermin kesehatan tubuh secara keseluruhan. Tidak hanya teori, suasana menjadi sangat seru dan interaktif saat tim medis memberikan praktik langsung, mulai dari teknik menyikat gigi yang benar hingga demonstrasi tindakan medis ringan seperti cabut dan tambal gigi.

Selain kesehatan gigi, para santri diajak membedah konsep “Eat Better!” melalui panduan Isi Piringku. Dr. Rizki menekankan pentingnya gizi seimbang melalui komposisi piring yang proporsional antara karbohidrat, sayuran, protein, dan buah-buahan. Kebiasaan sederhana seperti sarapan pagi, minum air 8 gelas sehari, dan aktivitas fisik minimal 30 menit per hari disebut sebagai kunci untuk menjaga kebugaran di tengah padatnya aktivitas pengabdian di masyarakat nanti.
Tips praktis pun dibagikan agar santri tidak salah langkah dalam merawat diri. Misalnya, menyikat gigi dengan tekanan ringan dan posisi sikat miring menyamping pada perbatasan gusi, serta konsisten menyikat gigi dua kali sehari: pagi setelah makan dan malam sebelum tidur. Tak lupa, diingatkan pula untuk mengganti sikat gigi setiap tiga bulan sekali dan menyimpannya dalam posisi berdiri jauh dari kloset demi menjaga sterilitas.
Kegiatan ini pun ditutup dengan penuh semangat. Pembekalan ini diharapkan mampu mengubah paradigma santri bahwa menjaga kesehatan adalah bagian dari amanah menjaga titipan Allah. Dengan senyum yang sehat dan tubuh yang kuat, para hafidzah MA Tahfidh Putri Yanbu’ul Qur’an 2 Muria siap melangkah, memimpin perubahan, dan menebar manfaat dengan tetap memegang teguh nilai-nilai Al-Qur’an di manapun mereka berada. (Ar/*)
Penulis: Arofatul Ulya

Tinggalkan Balasan