KUDUS – Pondok Tahfidh Putri Yanbu’ul Qur’an 2 Muria (PTPYQ 2 M) menunjukkan langkah nyata dalam menjaga kelestarian lereng Gunung Muria. Kali ini, pesantren menggandeng pakar lingkungan internasional, Prof. Shadan Kumar Ghosh, untuk berbagi ilmu dalam workshop bertajuk “Catch Them Young: Zero Waste & Circular Economy in Campus”.
Suasana asrama terasa hangat saat para santriyah berkumpul untuk belajar cara pandang baru terhadap limbah. Alih-alih hanya “buang sampah pada tempatnya”, Prof. Shadan mengajak para santriyah untuk melihat sampah sebagai sumber daya yang punya nilai ekonomi.
Bukan Sekadar Buang, Tapi Putar Kembali
Dalam paparannya, Prof. Shadan menjelaskan bahwa konsep Ekonomi Sirkular sangat cocok diterapkan di lingkungan pendidikan. Jika biasanya kita hidup dengan pola “beli, pakai, lalu buang”, ekonomi sirkular mendorong agar material yang ada digunakan kembali atau diolah lagi agar umurnya lebih panjang.
“Prinsip Catch Them Young itu intinya menanamkan kesadaran sedini mungkin. Kalau dari sekarang mereka paham plastik atau sisa makanan bisa jadi produk baru atau energi, mereka tidak akan lagi melihat sampah sebagai kotoran, tapi sebagai aset,” terang Prof. Shadan.

Sinergi dan Penanaman Pohon di Kaki Muria
Pengasuh PTPYQ 2 Muria, Abah KH. Nur Khamim, Lc., M.Pd., menyambut baik kehadiran Prof. Shadan beserta istri dan rombongan dari UIN Walisongo Semarang. Beliau menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah penting bagi pesantren untuk menjadi pelopor gerakan hijau di Kudus.
Sebagai penutup yang manis, Abah Khamim dan Prof. Shadan melakukan aksi nyata dengan menanam pohon khas lereng Muria secara simbolis. Diiringi semangat para santriyah, bibit jeruk pamelo, alpukat, dan mangga mulai tertanam di tanah pesantren—menjadi simbol tumbuhnya generasi penghafal Al-Qur’an yang juga mencintai alam. (fid/Ar)
Penulis: Zaim Fida

Tinggalkan Balasan