Seni di Balik Helai Daun; Murid MA TPYQ 2 Muria Kreasikan ‘Leaf Skeleton’ dalam Bio Explorasi

Kudus – Estetika alam tidak selalu terletak pada warna-warni bunga. Di tangan kreatif santri yang tergabung dalam ektrakurikuler Bio Explorasi selembar daun hijau biasa diubah menjadi karya seni transparan yang rumit namun indah, yang dikenal sebagai Leaf Skeleton atau kerangka daun.

Kegiatan yang berlangsung saat MA Tahfidh Putri Yanbu’ul Qur’an 2 Muria ini mengajak para santri untuk memahami struktur vaskular tumbuhan melalui proses kimiawi dan mekanik yang presisi. Hal ini dijelaskan oleh ustadzah Shofia Lana Fauziyah, S.Pd.,

“Leaf Skeleton bukanlah perkara mudah. Para santri harus melalui proses yang membutuhkan kesabaran tinggi. Dalam membuatnya ada beberapa tahapan yang harus dilakukan,” ungkapnya.

  1. Perebusan Larutan Basa: daun pilihan direbus dalam larutan khusus (biasanya menggunakan natrium karbonat atau soda api) untuk melunakkan jaringan lunak atau mesofil daun.
  2. Pembersihan Manual: Setelah lunak, klorofil yang menyelimuti daun disikat secara perlahan menggunakan kuas halus hingga menyisakan jaringan tulang daun yang transparan.
  3. Pemutihan & Pewarnaan: Kerangka yang sudah bersih kemudian direndam dalam pemutih agar menjadi putih bersih, atau diberi pewarna tekstil untuk memberikan sentuhan artistik.
  4. Pengeringan: Kerangka daun dikeringkan dan siap dijadikan hiasan atau pembatas buku (bookmark).

Pembina Bio Explorasi yang akrab di panggil ustadzah Shofi, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan cara unik untuk mempelajari sistem transportasi pada tumbuhan (Xilem dan Floem).

“Melalui Leaf Skeleton, murid bisa melihat langsung betapa rumit dan teraturnya jalur nutrisi yang diciptakan Allah dalam selembar daun. Ini adalah perpaduan antara biologi, kimia, dan seni yang melatih ketelitian luar biasa,” tandasnya.

Nilai positif lain yang didapatkan selain sebagai sarana belajar, hasil karya Leaf Skeleton para santri ini memiliki nilai ekonomis dan estetika. Kegiatan ini membuktikan bahwa di MA Tahfidh Putri Yanbu’ul Qur’an 2 Muria, kreativitas santri tidak terbatas pada hafalan, tetapi juga mencakup inovasi sains yang mampu menghasilkan karya seni bernilai tinggi. (fid)

Penulis: Zaim Fida

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *