Santri Yanbu’ Muria Rutinkan Ziarah ke Makam Simbah Yai Arwani

Kudus – Dalam rangka Haul Hadrotussyaikh K.H. Arwani Amin pendiri Pondok Tahfidh Yanbu’ul Qur’an, santri Yanbu’ Muria melakukan ziarah ke makam beliau. Hal ini dilakukan sebagai bentuk tabarrukan para santri kepada ulama.

Kegiatan ziarah ke makam Hadrotussyaikh Simbah K.H. Arwani Amin merupakan agenda rutin setiap tahun. Hal ini disampaikan oleh Pengasuh Pondok Tahfidh Putri Yanbu’ul Qur’an 2 Muria, K.H. Nur Khamim, Lc, M.Pd.
Abah Khamim, panggilan akrabnya, memimpin doa sebelum keberangkatan. Doa tersebut diikuti oleh santriyah dan para ustadz – ustadzah di halaman madrasah dengan penuh khidmah.
Ustadzah Uswatun Hidayah selaku Waka Kurikulum Madrasah Tsanawiyah Tahfidh Putri Yanbu’ul Qur’an 2 Muria mengatakan bahwa untuk selasa (23/11) diikuti oleh santri MA kelas X dan kelas VII MTs.
“Untuk mempermudah dalam mengkoordinir, santri dibagi menjadi 22 kelompok. Masing- masing kelompok didampingi ustadzah, ” Jelasnya.
Sementara armada yang digunakan menggunakan angkutan sebanyak 22 armada. Setiap satu kelompok, satu angkatan didampingi dua ustadzah. Untuk kelas 8 dan 9 akan melaksanakan ziarah pada hari berikutnya.


Santri kelas X bernama Tamassaki Bihikami Aulia menyatakan sangat senang dengan adanya kegiatan ziarah tersebut. Selain tabarrukan juga sebagai ajang untuk refreshing sejenak sebelum PAS Madrasah dilaksanakan.
“Setelah ziarah, rencananya pengen beli ayam geprek sama jajan. Pokoknya uang 30 ribu harus habis,” kata Ami sambil tersenyum.
Pada kegiatan ziarah tersebut,terdapat tiga rangkaian kegiatan utama. Pertama, ziarah ke makam Hadrotussyaikh K.H. Arwani Amin. Kedua, ramah tamah dan penyampaian pitutur luhur oleh Abuya K.H. M. Ulin Nuha Arwani. Ketiga, ziarah ke makam Kangjeng Sunan Kudus.
Abuya K.H. M. Ulin Nuha Arwani begitu bahagia dalam menyambut rombongan santri dan ustadzah Pondok Tahfidh Putri Yanbu’ul Qur’an 2 Muria. “Saya bahagia, kalian semua mengaji Al-Qur’an, semoga diberi kelancaran. Dalam menuntut ilmu harus memenuhi syarat taqwallah. Syaratnya orang mengaji hanya satu, taqwallah. Nek ora nglakoni perintah yo nyingkiri cegah.” Tutur Abuya K.H. M. Ulin Nuha Arwani. Maksudnya, perintah harus dijalankan, dan larangan harus dihindari. Oleh karena itu, baik perintah fardhu maupun sunnah harus dijalankan, jangan disepelekan. Meskipun sunnah, kita harus tetap berusaha untuk mengamalkan. Begitupun sebaliknya.
Abuya K.H. M. Ulin Nuha Arwani juga menyampaikan pitutur luhur kepada para ustadzah. “Jika ingin ilmunya berkah, maka amalkanlah ilmu dengan ikhlas. Barangsiapa yang beramal dengan ikhlas dan tidak mengharapkan imbalan, maka akan terlihat berkah amalnya. Memberikan keberkahan kepada orang yang beramal tadi dan kepada orang orang setelahnya hingga hari kiamat,” tutur Abuya K.H. M. Ulin Nuha Arwani.(fid/Ar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *