IMG-LOGO
Flash News :
Profil

PROFIL PONDOK TAHFIDH PUTRI YANBU'UL QUR'AN 2 MURIA

oleh Admin - 1 detik yang lalu Dilihat 1082 kali 2 Komentar
IMG

            Saat ini perkembangan ilmu pengetahuan dan tehnologi yang ditandai dengan globalisasi dan arus informasi yang tanpa batas memberi dampak yang luar biasa terhadap prilaku manusia.
Kemajuan ilmu pengetahuan dan tehnologi memudahkan manusia dalam melakukan aktifitas sehari-hari. Arus informasi dapat diserap dengan cepat dimanapun tempatnya. Batas ruang dan waktu terasa semakin tipis dan dunia seakan semakin mengecil.
            Memang tidak dapat dipungkiri bahwa perkembangan ilmu pengetahuan dan tehnologi ini memiliki dampak positif bagi kehidupan manusia, tapi dampak negatif pun tidak kalah banyaknya. Nilai-nilai budaya kita yang luhur dan adat ketimuran yang selama ini kita junjung tinggi dapat berubah dan dapat tercermin dengan nilai budaya yang tidak baik, sehingga membawa dampak pergaulan bebas tanpa batas sehingga dapat membentuk manusia yang individualistis dan materialistis.
            Selain itu, dampak perkembangan iptek yang terasa saat ini adalah mulai tergerusnya moral dan spiritual bangsa Indonesia. Anak-anak muda tidak lagi memperhatikan tatanan moral dan akhlaq yang dijunjung tinggi oleh para Ulama’ dan Auliya’, mereka hanya  mengejar kesenangan duniawi dengan melupakan masa depan ukhrowi.
            Oleh karena itu perlu adanya pemberian bekal moral spiritual yang memadahi untuk generasi mendatang, salah satunya adalah dengan melalui pendidikan agama Islam yang kuat. Sedangkan untuk dapat memahami dan mengamalkan ajaran Islam yang baik, maka perlu mengenal dan memahami sumber aslinya yaitu Al-Qur’an dan hal ini juga harus disertai bekal bahasa arab yang baik.
            Kabupaten Kudus adalah kota terkecil di Jawa Tengah yang terkenal dengan sebutan Kota Religius, masyarakatnya mayoritas muslim dan memiliki keberagaman agama dan budaya.
            Banyak sekali Pondok Pesantren dan Madrasah yang berdiri, serta adanya dua makam Wali Sembilan yaitu Sunan Kudus dan Sunan Muria, sehingga wajar kota Kudus disebut sebagai Kota Santri dan Kota Wali.
Para santri yang belajar Al-Qur’an ada yang berasal dari Kudus dan luar Kudus, karena Kudus merupakan tempat belajar Al-Qur’an yang paling teliti dan paling baik. Banyak santri yang sudah belajar bahkan hafal Al-Qur’an dari luar Kudus, mereka mentashhihkan bacaannya di Kudus. Mereka merasa masih ada yang kurang sebelum mentashhihkan  bacaannya di Kudus.
            Di Kabupaten Kudus banyak sekali Pondok Pesantren Tahfidh Qur’an, bahkan terdapat sekolah tahfidh anak-anak sejak usia dini, akan tetapi sekolah tahfidh ini berhenti pada madrasah ibtida’iyyah (MI) saja, yaitu :
MI Yanabi’ul Qur’an Putri di Dukuh Sambeng, Desa Karangmalang, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus dan belum ada sekolah tahfidh putri lanjutan (MTs) dari MI tersebut. Ponpes Yanabi’ul Qur’an dukuh Sambeng ini di bawah naungan Yayasan Arwaniyyah, untuk itu kami mengambil langkah bekerja sama dengan Yayasan Arwaniyyah untuk mewujudkan berdirinya Pondok Tahfidh Putri dan pendidikan formal putri yang kami beri nama :
1. Pondok Tahfidh Putri Yanbu’ul Qur’an 2 Muria.
2. Madrasah Tsanawiyyah ( MTs ) Tahfidh Putri Yanbu’ul Qur’an 2 Muria.

List Komentar

Tulis Komentar

Email Anda tidak ditampilkan dipublik. Semua wajib diisi.