IMG-LOGO
Flash News :
Berita PTPYQ 2 Muria

Menelisik Malam Lailatul Qadar

oleh Administrator - 1 detik yang lalu Dilihat 88 kali 0 Komentar
IMG

Kudus- Salah satu keistimewaan di bulan Ramadhan terdapat malam Lailatul Qadar. Keistimewaan malam Lailatul Qadar ini dapat dijumpai 
hanya pada massa umat Nabi Muhammad SAW dan tidak terjadi pada umat sebelumnya. 

Malam yang ada pada bulan Ramadhan ini juga dapat disebut malam yang sangat baik diantara 1000 bulan (83 tahun). Keistimewaan pada malam Lailatul Qadar tidak ada kepastian tepatnya di tanggal tertentu. Hanya saja ada beberapa pendapat dari para ulama terkait tanggal terjadinya malam Lailatul Qadar. Hal ini disampaikan oleh pengasuh Pondok Tahfidh Putri Yanbu'ul Qur'an 2 Muria (PTPYQ2M) KH. Nur Khamim Khadziq Lc saat mengaji kitab online pada 23 Ramadhan.

"Rasulullah SAW pernah diperlihatkan atas umat-umat terdahulu. Diantaranya, dari segi usia mencapai ratusan tahun. Sedangkan umat Nabi Muhammad rata-rata usia  60-70 tahun. Dari segi ibadah tentu lebih pendek dibanding dengan umat-umat terdahulu," tuturnya.

Maka kemudian umat nabi Muhammad SAW  ada malam spesial yang tidak ada pada umat-umat sebelumnya yakni malam Lailatul Qadar. Pada zaman Nabi sahabat bernama Abu Dzar memiliki penasaran yang sangat tinggi dan beliau bertanya hingga berkali-kali kepada Nabi Muhammad SAW tentang tanda-tanda Lailatul Qadar.

"Diantara tanda-tanda yang disampaikan adalah Lailatul Qadar pada bulan Ramadhan, bahkan hingga Rasulullah SAW wafat pun malam yang penuh keistimewaan itu masih ada hingga hari kiamat. Tanda-tanda lain adalah 1/3 akhir dibulan Ramadhan dan spesifiknya adalah pada tujuh hari terakhir," imbuhnya.

Oleh karena itu di sisa tujuh hari terakhir di bulan Ramadhan, Abah Khamim mengajak untuk menambah amalan ibadah baik malam maupun 
siang. Selain itu senantiasa untuk menghindari empat golongan yang dapat menyebabkan seseorang tidak menjumpai malam Lailatul Qadar.

"Pertama orang yang ahli minum (pemabuk), kedua, orang yang durhaka kepada orang tua, ketiga orang yang selalu iri jika saudaranya mendapat kebahagiaan dan yang keempat, adalah orang yang memutus tali silaturahim," jelasnya.(fid).

Tags:

List Komentar

Tulis Komentar

Email Anda tidak ditampilkan dipublik. Semua wajib diisi.