IMG-LOGO
Flash News :
Berita

Ustadz H. Nur Hudlri; Kangjeng Sunan Muria Sosok Yang Tak Ingin dikenal

oleh Admin - 1 detik yang lalu Dilihat 46 kali 0 Komentar
IMG


Kudus- Raden Umar Said atau yang lebih dikenal dengan Sunan Muria adalah salah satu penyebar agama islam di wilayah gunung Muria dengan pribadi yang sangat sederhana dan tidak ingin dikenal. Hal ini salah satunya dibuktikan dengan adanya bangunan Mihrab masjid yang menjorok ke dalam. 

Masjid Sunan Muria adalah salah satu peninggalan Sunan Muria yang masih hingga sekarang. Uniknya bangunan Mihrab di masjid Sunan Muria menjorok ke dalam. Hal ini disampaikan oleh H. Nur Hudlri selaku sekretaris Yayasan Masjid dan Makam Sunan Muria (YM2SM) saat memberikan sambutan pada peringatan haul kangjeng Sunan Muria di PTPYQ2M.

“Bangunan mihrab di masjid Sunan Muria menjorok ke dalam filosofisnya adalah beliau mbah Sunan Muria tidak ingin dikenal. Kalau mihrab yang ada di masjid-masjid biasanya menjorok ke luar,” imbuhnya. 

Dalam sambutannya Ustadz Hudlri, panggilan akrabnya, menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pondok Tahfidh Putri Yanbu’ul Qur’an 2 Muria (PTPYQ2M) yang telah menyelenggarakan serangkaian acara peringatan haul kangjeng Sunan Muria yang ke 396. 

“Terima kasih kami sampaikan kepada pondok Tahfidh yanbu’ul Qur’an 2 Muria yang telah menyelenggarakan peringatan haul kangjeng Sunan Muria. Kami mewakili Yayasan Sunan Muria menyampaikan permohonan maaf karena belum bisa memberikan penghargaan seperti di tahun-tahun sebelumnya,” imbuhnya.  

Selain ustadz Hudlri, Pengasuh PTPYQ2M KH. Nur Khamim Lc, M.Pd. juga memberikan sambutan dalam acara peringatan haul Kangjeng Sunan Muria. Beliau menyampaikan bahwa diantara akidah aswaja yang harus di pegang adalah wajib percaya adanya mukjizat kepada nabi dan karomah kepada wali. 

“Diantara mukjizat yang diberikan kepada nabi Musa adalah tongkatnya saat di pukulkan ke laut dapat membelah menjadi jalan untuk menyelamatkan diri dari kejaran Fir’aun dan bala tentaranya. Nabi Muhammad dan para prajurit saat sedang berperang hingga kehabisan bekal dan kehausan, beliau memohon kepada Allah hingga dapat mengalirkan air dari sela-sela jarinya untuk menghilangkan dahaga dari para pengikutnya saat berperang,” tuturnya. 

Selain itu kangjeng Sunan Muria juga pernah memiliki karomah yang luar biasa. Abah Khamim, panggilan akrabnya menceritakan salah satu karomah dari kangejeng Sunan Muria yang di dapat dari Buyutnya. Istri dari kangjeng Sunan Muria pernah meminta untuk dibelikan perhiasan layaknya seorang wanita pada umumnya. Kangjeng Sunan Muria kemudian menjawab sang istri dengan dua pilihan jawaban; akan diberikan emas sesuai permintaannya namun setelah itu di ceraikan atau tidak diberikan sama sekali. Akhirnya kangjeng Sunan Muria mengambil air dari sumur dengan menimba (istilah Jawa) sambil berdoa kepada Allah. Akhirnya air satu ember itu berubah menjadi emas dan di tunjukkan kepada istrinya. Akhirnya sang istri minta maaf kepada kangjeng sunan muria dan memilih untuk tetap setia bersama kangjeng sunan Muria. (fid)

Tags:

List Komentar

Tulis Komentar

Email Anda tidak ditampilkan dipublik. Semua wajib diisi.