( 0291 ) 41021091
ptpyq2.muria@gmail.com
Jl. Colo - Pati KM.01 RT/RW 01/02 Dukuhwaringin - Dawe - Kudus. 59353
blog-img
10/11/2019

Studi Banding dari Pondok Pesantren Nahdhatul Mubtadi’in al Islamy

Ustadzah Zaim Fida | Studi Banding

PTPYQ 2 Muria Kedatangan tamu asal Indramayu

Studi Banding dari Pondok Pesantren Nahdhatul Mubtadi’in al Islamy

 

Kudus- Untuk yang kesekian kalinya pondok Tahfidh Putri Yanbu’ul Qur’an 2 Muria (PTPYQ2M) kedatangan tamu asal Pondok Pesantren Nahdhatul Mubtadi’in al Islamy Indramayu Jawa Barat yang bertujuan untuk studi banding. Dalam acara tersebut baik dari pondok pesantren Nahdhatul Mubtadi’in al Islamy dan PTPYQ2M memaparkan jadwal kegiatan pondok pesantren setiap harinya.

Hal ini bertujuan untuk mengambil sesuatu yang baik dan tepat dari PTPYQ2M untuk diterapkan di Pondok Pesantren Nahdlatul Mubtadiin Al Islamy. Hal ini dikatakan oleh pengasuh Pondok Pesantren Nahdlatul Mubtadiin Al Islamy, KH Amani Luthfi, S.Ag. M.Pd, yang saat ini sedang merintis program tahfidh di pondok pesantrennya.

Tentunya program tahfidh tidaklah hal yang mudah. Terlebih santri yang belajar ditempatnya berasal dari berbagai daerah, diantaranya, asal sunda, Jawa, serta daerah orang-orang ngapak. Dari berbagai daerah tersebut tentu mereka memiliki logat yang berbeda, tidak seperti orang jawa yang dapat melafalkan makhorijul huruf dengan mudah dibanding dari daerah lain.

Oleh karena itu dengan permasalahan-permasalahan yang ada, KH Amani Luthfi mencoba untuk berdiskusi dengan pengurus PTPYQ2M untuk mencari titik temu. Tidak hanya itu, berbagai masalah dan kendala pun disampaikan untuk dipecahkan bersama.

KH Nur Khamim Lc, selaku pengasuh PTPYQ2M memberi tanggapan terkait dengan logat bahasa yang berbeda. Untuk mendampingi hafalan para santri di PTPYQ2M ada pembelajaran khusus Yanbu’a. Hal ini menjadi salah satu metode untuk menyamakan makharijul huruf dalam membaca al Quran supaya semuanya seragam.

“Pada angkatan pertama Alhamdulillah ada yang sudah 10-11 juz. Namun dalam proses berjalannya dalam waktu satu tahun ada yang belum memenuhi target. Untuk yang belum memenuhi target maka ada pendampingan khusus untuk menambah hafalan tersebut,” imbuhnya.

Selain ketahfidhan, juga disampaikan terkait sambangan dan kepulangan santri. Untuk sambangan dapat dilaksanakan satu bulan satu kali setiap jumat di minggu pertama di awal bulan. Sedangkan untuk kepulangan santri, kebijakan dari pondok adalah satu tahun sekali untuk santri yang sudah naik kelas 8. Sedangkan untuk kelas 7 diperbolehkan pulang saat setelah semester 1, karena untuk kebutuhan mengurus berkas ujian, seperti cap tiga jari dan lain sebagainya. (Fid)

Bagikan Ke:

Populer