( 0291 ) 41021091
ptpyq2.muria@gmail.com
Jl. Colo - Pati KM.01 RT/RW 01/02 Dukuhwaringin - Dawe - Kudus. 59353
blog-img
02/12/2019

Cucu Syeikh Abdul Qodir Al Jaelani kunjungi PTPYQ2M

Ustadzah Zaim Fida | Pendidikan


Kudus - Pondok Tahfidh Putri Yanbu'ul Qur'an 2 Muria (PTPYQ2M) dikunjungi oleh Maulana Sayyid Ahmad Amin Al Jilani Al Hasani dari Libanon, merupakan cucu Syaikh Abdul Qodir Al Jailani yang ke 28. Kedatangannya disambut dengan alunan rebana santri PTPYQ 2 Muria. 
Maulana Sayyid Ahmad menuturkan bahwa sangat senang sekali berkunjung di Indonesia. Karena Indonesia merupakan negara pertama di dunia yang sangat memuliakan Nabi Muhammad Saw. Hal ini disampaikan saat Maulana Sayyid Ahmad memberikan Mauidhoh di aula PTPYQ 2 Muria, hari ini (02/12)
"Bahkan negara Arab pun tidak seperti negara Indonesia dalam memuliakan Rasulullah Saw dan Sayyidina Syeikh Abdul Qadir Al Jailani. Orang Indonesia juga sangat ramah dalam menyambut tamu," kata Maulana  Sayyid Ahmad. 
Maulana Sayyid Ahmad dalam mauidhohnya juga menyampaikan terkait keutamaan menuntut ilmu. Para penuntut ilmu adalah penerus bangsa, mercusuar bagi bangsa Indonesia. Maka para santri bersungguh - sungguh lah dalam menuntut ilmu. Karena sebagai generasi penerus bangsa. 
"Keutamaan dalam menuntut ilmu diantaranya adalah Allah akan mengangkat derajatnya. Hal ini sesuai firman Allah dalam Al Qur'an surat Al Mujadalah ayat 11. Menuntut ilmu hukumnya wajib bagi laki-laki dan perempuan. Tidak dibedakan," paparnya. 
Ilmu pun tidak dibedakan dalam ilmu agama dan ilmu umum. Semuanya sama-sama penting. Ilmu umum untuk pertahanan negara, untuk keseimbangan hidup di dunia dan diakhirat. Dalam mempelajari umum gunakanlah untuk membangun bangsa. 
"Bagi yang menuntut ilmu akan diangkat derajatnya. Baik derajat dunia maupun derajat akhirat. Maka beruntunglah orang-orang yang menuntut ilmu," imbuhnya. 
Dalam Mauidhoh tersebut Maulana Sayyid Ahmad juga memberikan kesempatan kepada santri untuk bertanya diantaranya, santri bernama Marisa Farha Ahimsa asal dari Pati. Dia menanyakan bagaimana cara menghilangkan rasa ngantuk saat halaqoh dan istiqomah dalam nderes Al Qur'an. 
Santri lain bernama Najma Ilyatus Suhla, asal Jepara juga ikut andil bertanya. Dia menanyakan cara mudah dalam menghafal dan mengamalkan Al Qur'an. (Fid)

 

Bagikan Ke:

Populer